https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/issue/feedSINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah2026-07-15T23:00:57+00:00Agus Susilojurnalsindang@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah</strong> merupakan berkala ilmiah Prodi Pendidikan Sejarah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Pengembangan Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama (LP4MK) STKIP PGRI Lubuklinggau. Jurnal ini memiliki ISSN 2623-2065 (Online) dan 2684-8872 (print) akan terbit dua kali dalam setahun pada bulan Januari dan Desember (dalam bahasa Indonesia atau Inggris).</p>https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/3185Pelestarian Budaya Maritim Sumatera Selatan Ditinjau Dari Koleksi Fragmen Kapal di Museum Sriwijaya2026-07-15T23:00:57+00:00Citra Ayu Virginia Pamacitaavr@gmail.comLR. Retno Susantiretno_susanti@fkip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peranan museum sebagai tempat pelestarian budaya lokal yang masih tersisa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terhadap kajian koleksi Museum Sriwijaya yaitu fragmen kapal kayu, serta hubungan Museum Sriwijaya dalam pelestarian cagar budaya. Fragmen kapal menjadi bukti kebesaran maritim Kedatuan Sriwijaya bagi masyarakat Sumatera Selatan. Lokasi penelitian ini berada di Museum Sriwijaya Palembang pada sa;ah satu koleksi yaitu Sisa Fragmen Kapal. Fragmen kapal ini terdiri dari Kemudi Kapal, Badan Kapal, dan Petunjuk Arah Kapal. Museum Sriwijaya memiliki peranan sebagai lembaga yang menjaga warisan budaya masyrakat setempat. Salah satunya yaitu budaya maritim yang merekat pada kehidupan masyarakat Sumatera Selatan. Penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif hasil dari analisa terhadap sumber-sumber ilmiah terdahulu. Simpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Museum Sriwijaya berhasil menjadi lembaga yang melestarikan cagar budaya di Sumatera Selatan dan memberikan dapak yang positif bagi masyarakat.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/4015Maritime Innovation and Restructuring Of The Nusantara Shipping Network In The Traffic Of History2026-07-14T17:00:47+00:00Muhammad Rafi Rabbanirafirabbani62@gmail.comLeli Yulifarleli_yulifar@upi.edu<p>Artikel ini mengkaji peran inovasi maritim dalam mendorong restrukturisasi jaringan pelayaran Nusantara dalam lintasan sejarah, sejak masa Hindu-Buddha, periode Islam, hingga awal masuknya bangsa Barat. Laut diposisikan sebagai ruang historis yang strategis, tidak hanya sebagai sarana mobilitas dan perdagangan, tetapi juga sebagai medium pertukaran budaya, teknologi, dan kekuasaan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan historis untuk menelusuri perkembangan jaringan pelayaran secara kronologis serta menganalisis keterkaitannya dengan dinamika sosial, ekonomi, dan politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi maritim, meliputi perkembangan teknologi kapal, sistem navigasi, pengelolaan pelabuhan, dan organisasi pelayaran, menjadi faktor kunci yang mengubah struktur jaringan pelayaran Nusantara. Kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya, Majapahit, dan kesultanan-kesultanan Islam membangun kekuatan dan legitimasi politiknya melalui penguasaan jalur laut dan pelabuhan strategis, mencerminkan karakter kekuasaan thalassokratis. Pada masa Islam, jaringan pelayaran semakin menguat dan berperan penting dalam intensifikasi perdagangan antarpulau, pembentukan kota-kota pelabuhan kosmopolitan, serta penyebaran Islam melalui mekanisme damai. Namun, restrukturisasi jaringan pelayaran juga menimbulkan implikasi kompleks berupa ketimpangan antardaerah dan perubahan relasi kekuasaan, terutama setelah masuknya bangsa Barat. Kajian ini menegaskan bahwa inovasi maritim tidak dapat dipahami semata sebagai kemajuan teknis, melainkan sebagai proses historis yang membentuk ulang tatanan ekonomi, sosial, dan politik dunia maritim Nusantara.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/4156Pengembangan Materi Perang Teluk Persia (Iran–Irak) 1980–1988 Dalam Pembelajaran Sejarah Tingkat Lanjut di SMA Negeri 1 Lahat2026-07-14T17:00:45+00:00Lagut Lagutlagut.2@guru.smp.belajar.idSupian Supianlagut.2@guru.smp.belajar.idBerlian Susetyoberlian.subkoss@gmail.comSarkowi Sarkowisarkowi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran sejarah tingkat lanjut mengenai Perang Teluk Persia (Iran–Irak) 1980–1988 agar lebih kontekstual, analitis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya pengembangan materi sejarah yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa dalam memahami konflik internasional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lahat, yang merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri berakreditasi A di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan dengan fasilitas pembelajaran yang memadai . Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan <em>(Research and Development/R&D)</em> dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan materi, pengembangan, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian meliputi siswa kelas XI dan guru mata pelajaran sejarah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan dan efektivitas materi yang dikembangkan.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi Perang Teluk Persia berbasis pendekatan analitis dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap latar belakang, jalannya konflik, serta dampak global dari perang tersebut. Selain itu, materi yang dikembangkan juga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil belajar dan respon positif dari peserta didik serta guru. Dengan demikian, pengembangan materi sejarah ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran sejarah tingkat lanjut di SMA, khususnya dalam mengkaji konflik internasional secara lebih mendalam dan bermakna.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/4158Dinamika Pondok Pesantren Tremas Pacitan Pasca Masa Fatrah (1952-1965)2026-07-14T17:00:44+00:00Roro Wilisrorowilis2614@gmail.comWildhan Ichzha Maulanawildan@gmail.com<p>Penelitian ini betujuan menganalisis dinamika Pondok Pesantren Tremas pasca masa <em>fatrah </em>(vakum kepemimpinan pengasuh utama) sejak pemberontakan PKI di Madiun 1948. Adapun penelitian ini menerapkan metode historis meliputi 4 tahap: heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari keterangan lisan keturunan Kyai Hamid Dimyathi (pengasuh utama) dan literatur teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kyai Hamid Dimyathi wafat sebagai korban penculikan oleh kelompok PKI, sehingga menyebabkan Pondok Pesantren Tremas memasuki masa <em>fatrah </em>(1948-1952) serta stagnasi. Pada masa <em>fatrah </em>ini dilakukan musyawarah keluarga besar Raden Dipomenggolo serta Raden Honggowijoyo menunjuk Kyai Hasyim IKyaisan sebagai pengasuh sementara dibantu oleh Kyai Darul Kyaioiri dan Kyai Nawawi, kemudian mempersiapkan Kyai Habib Dimyathi serta Kyai Harist Dimyathi (saudara kandung Kyai Hamid Dimyathi) yang saat itu masih menempuh studi sebagai pengasuh utama selanjutnya. Setelah masa <em>fatrah</em> (1952-1965) Kyai Habib Dimyathi serta Kyai Harist Dimyathi ditunjuk sebagai pengasuh utama serta segera menjalankan tiga program meliputi: merenovasi asrama pesantren yang rusak akibat serangan PKI 1948, membangun madrasah, serta pembaharuan kurikulum pembelajaran pesantren</p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/4209Peran Jalur Rempah dan Dakwah Dalam Perdagangan Maritim Kesultanan Palembang Darussalam dalam Penyebaran Islam (Abad XVI–XIX)2026-07-14T17:00:43+00:00Agus SusiloAgussejarah2020@gmail.comIra Miyarni Sustianingsihagussusilo4590@gmail.comRatna Wulan Sariagussusilo4590@gmail.comAndriana Sofiariniagussusilo4590@gmail.com<p>Kesultanan Palembang Darussalam (abad XVI–XIX) memainkan peran penting sebagai pusat perdagangan maritim sekaligus pusat penyebaran Islam di Sumatra bagian selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivitas perdagangan maritim, khususnya komoditas rempah seperti lada dan timah, menjadi media efektif dalam proses Islamisasi di wilayah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan sejarah ekonomi dan keagamaan, kajian ini mengkaji hubungan simbiosis antara kepentingan ekonomi dan dakwah Islam, serta peran elite kesultanan, ulama, dan jaringan pedagang Muslim dalam memperluas pengaruh Islam. Berdasarkan sumber-sumber primer seperti arsip kolonial Belanda, kronik lokal (seperti Sedjarah Melaju), dan catatan perjalanan musafir asing, penelitian ini menunjukkan bahwa Palembang berfungsi sebagai "Islamic port city" yang menghubungkan jaringan dagang Nusantara dengan Timur Tengah dan India. Pelabuhan Palembang tidak hanya menjadi pusat transaksi komersial, tetapi juga tempat pertukaran budaya dan keagamaan. Para pedagang Muslim dari Arab, Gujarat, dan Melayu memanfaatkan jaringan ini untuk menyebarkan ajaran Islam, sementara penguasa Palembang mendukung melalui kebijakan yang memadukan kepentingan politik dan religius. Temuan penelitian mengungkap bahwa penyebaran Islam melalui perdagangan maritim Palembang terjadi dalam dua bentuk: (1) Islamisasi elit melalui aliansi politik dan perkawinan, dan (2) Islamisasi masyarakat umum melalui interaksi dagang dan pembentukan komunitas Muslim di pusat-pusat pelabuhan. Kesultanan juga mendirikan institusi keagamaan seperti masjid dan pesantren sebagai bagian dari strategi dakwah. Dengan demikian, kajian ini memperkuat tesis bahwa perdagangan maritim bukan hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga instrumen vital dalam proses Islamisasi di Nusantara. </p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://mail.ojs.stkippgri-lubuklinggau.ac.id/JS/article/view/4212Peran Indonesia Dalam Pembentukan Dan Perkembangan Association Of Southeast Asian Nations2026-07-14T17:00:42+00:00Riduan RiduanMridwanridwa12@gmail.comYuliana Sitanggangridwan12@gmail.comAnisa Barokahanisaunja@gmail.com<p>Penelitian ini membahas peran Indonesia dalam menentukan arah dan perkembangan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebagai organisasi regional di Asia Tenggara. Indonesia telah memainkan peran penting sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967, khususnya dalam menjaga stabilitas kawasan, memperkuat kerja sama diplomatik, serta mendorong integrasi ekonomi di antara negara-negara anggota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi Indonesia terhadap perkembangan politik, ekonomi, dan sosial budaya ASEAN, serta pengaruhnya terhadap proses pengambilan keputusan regional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis terhadap dokumen, jurnal, serta laporan resmi ASEAN yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berperan sebagai pemimpin strategis di dalam ASEAN dengan mempromosikan perdamaian, penyelesaian konflik, dan kerja sama regional. Indonesia juga telah berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan norma dan kerangka kerja ASEAN, termasuk Piagam ASEAN dan Masyarakat ASEAN. Lebih lanjut, Indonesia terus memperkuat posisi ASEAN dalam menghadapi tantangan global seperti persaingan ekonomi, keamanan regional, dan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran Indonesia tetap sangat penting dalam membentuk kemajuan ASEAN dan menjaga persatuan di antara negara-negara anggota di era kontemporer.</p>2026-07-15T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##