Alih Kode Campur Code dalam Percakapan di Pasar Bang Mego Kecamatan Curup Kabupaten Rejang Lebong
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan (1) Apakah terjadi alih kode dalam interaksi antara penutur asli bahasa Minangkabau ketika berkomunikasi dengan orang lain di Curup?; (2) Apakah campur kode ada dalam interaksi mereka?; dan (3) Apa kemungkinan motif alih kode dan campur kode dalam interaksinya? Meskipun penelitian ini sederhana, namun dapat dianggap sebagai langkah awal untuk mempelajari alih kode dan campur kode secara lebih komprehensif, khususnya di kalangan penutur asli bahasa Minangkabau di Curup. Melalui kajian kecil ini, dapat disimpulkan bahwa penutur asli bahasa Minangkabau menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksinya dengan orang lain. Mereka mengganti kode ke bahasa Minangkabau setiap kali orang yang mereka ajak bicara mulai menggunakannya. Alasan kedua alih kode bagi mereka adalah karena mereka cenderung menggunakan bahasa Minangkabau jika mereka mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah penutur bahasa tersebut. Mereka cenderung menggunakan bahasa Minangkabau jika bahasa tersebut digunakan oleh mereka sejak pertama kali bertemu.
Referensi
Fishman, J. A. (1968). Readings in the Sociology of Language. Mouton The Hague.
Gea, T. B., & Rahardi, K. (2021). Leksikon Tumbuhan Obat Tradisional dalam Tuturan Masyarakat Nias, Sumatera Utara: Kajian Ekolinguistik (The Lexicon of Traditional Herbal Medicine in Utterance of Nias Community, North Sumatera: Ecolinguistics Studies). SALINGKA, 18(1), 55–65.
Hudson, R. A. (1996). Sociolinguistics. Cambridge: Cambridge University Press.
Indonesia, K. B. B. (2020). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Kamus versi online/daring (dalam jaringan).
Indrayani, N. (2017). Penggunaan Campur Kode dan Alih Kode dalam Proses Pembelajaran di SMPN Ubung Pulau Buru [The Use of Mixing Code and Switching Code in Learning Process at SMPN Ubung Buru Island]. Totobuang, 5(2), 299–314.
Kridalaksana, H. (1989). Pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Gramedia.
Kridalaksana, H. (2001). Wiwara: pengantar bahasa dan kebudayaan Jawa. Gramedia Pustaka Utama.
Kustriyono, E., & Rochmat, M. C. (2015). Alih Kode dan Campur Kode Percakapan Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Pekalongan. Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 25(2).
Mustikawati, D. A. (2016). Alih kode dan campur kode antara penjual dan pembeli (Analisis pembelajaran berbahasa melalui studi sosiolinguistik). Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(2), 23–32.
Nababan, P. W. J. (1984). Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia.
Nurgiyantoro, B. (2010). Penilaian Pembelajaran Sastra Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: BPFe.
Ramadhan, N. G. (2015). Code Mixing and Code Switching Analysis in Ranah 3 Warna Novel by Ahmad Fuadi. Diponegoro University.
Suandi, I. N. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Subroto, A. Y., Sardjana, I. K. W., Sukmanadi, M., & Djoko, E. (2020). Identification of Pentastomide Parasites in Consumed Water Lizard (Varanus Salvator). Journal of Parasite Science Vol, 4(1).
Sudipa, I. N. (2012). Makna “Mengikat” Bahasa Bali: Pendekatan Metabahasa Semantik Alami. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 2(2).
Susanti, D. D. (2019). Peran Dua Bahasa dalam Ilmu Pengetahuan di Era Global: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. file:///C:/Users/CACC/Downloads/Dani%20Dwi%20Susanti_K1216020_B_1.pdf









