Pengaruh Pendidikan Bilingual terhadap Perkembangan Diksi, Tata Bahasa, dan Pelafalan Ujaran Bahasa Daerah Siswa
Abstrak
Di era globalisasi, pendidikan bilingual (Indonesia-Inggris) yang digalakkan di beberapa sekolah membuat intensitas penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu menurun. Hal ini mengakibatkan bahasa daerah berada pada level kritis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pendidikan bilingual terhadap perkembangan diksi, tata bahasa, dan pelafalan ujaran bahasa daerah siswa pendidikan bilingual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode percakapan. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti dibantu dengan lembar observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam tataran diksi muncul peristiwa campur kode dalam bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Dalam tataran tata bahasa, susunan kalimat dalam bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris saling tertukar. Di sisi lain, dalam tataran pelafalan, siswa mengalami kendala pembelajaran fonem dalam bahasa daerah yang berupa penggantian fonem dan senyapan. Adapun faktor penyebab terjadinya hal tersebut adalah adanya keakraban antarpenutur, tingginya intensitas penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta penguasaan bahasa daerah yang masih terbatas.
Referensi
Bialystok, E. (2005). Consequences of Bilingualism for Cognitive Development. In J. F. Kroll & A. M. B. de Groot (Eds.), Handbook of Bilingualism: Psycholinguistic Approaches (p. 417–432). Oxford University Press.
Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power (J. B. Thompson, Ed.). Harvard University Press.
Brown, H. Douglas. (2004). Language Assessment: Principles and Classroom Practice. New York: Pearson Education Company.
Cabral-Cardoso, C. (2020). The Englishisation of Higher Education, between Naturalisation and Resistance. Journal of Applied Research in Higher Education, 13(4), 1227-1246. https://doi.org/10.1108/JARHE-05-2020-0116
Chaer, A. & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dewi, N., Suparwa, I., & Malini, N. (2016). Pembelajaran Bahasa Daerah Bali pada Siswa Dwibahasa Kelas VII SLTP di Sekolah High Scope Indonesia-Bali. Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, 22. https://ojs.unud.ac.id/index.php/linguistika/article/view/21909
Gallagher, K. (2011). Bilingual Education in the UAE: Factors, Variables and Critical Questions. Education, Business and Society: Contemporary Middle Eastern, 4(1), 62-79. https://doi.org/10.1108/17537981111111274
Hornberger, N.H. (2002). Multilingual Language Policies and the Continua of Biliteracy: An Ecological Approach. Language Policy, 1(1), 27-51. https://repository.upenn.edu/gse_pubs/316/
Hua, Z. (2002). Phonological Development in Specific Contexts. Clevedon: Multilingual Matters Ltd.
Juffs, A. (1990). Tone, Syllable Structure and Interlanguage Phonology: Chinese Learners’ Stress Errors’. International Review of Applied Linguistics in Language Teaching, 28(2): 99–117.
Kemendikbud. (2018). Permendikbud Nomor 42. Tahun 2018 tentang Kebijakan Nasional Kesusastraan dan Kebahasaan. Jakarta: Kemendikbud.
Keraf, G. (2007). Diksi dan Tata Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Lindholm-Leary, K. J. (2012). Success and Challenges in Dual Language Education. Theory Into Practice, 51(4), https://www.jstor.org/stable/23362831
Listiyorini. (2008). Eksistensi Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia sebagai Alat Komunikasi dalam Persaingan Global. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Macken, M. A.; Ferguson, C. A. (1987). Phonological Universals in Language Acquisition’. In Interlanguage Phonology: The Acquisition of Second Language Sound System, edited by Ioup, G.; Weinberger, S. H. Rowley, MA: Newbury House.
May, S., Hill, R. & Tiakiwai, S. (2004). Bilingual/Immersion Education: Indicators of Good Practice. Report to the Ministry of Education. New Zealand: the Ministry of Education.
Mayasari, I. (2015). Senyapan dan Kilir Lidah dalam Produksi Ujaran (Kajian Psikolinguistik). Deiksis, 7(2).
Piantari, L. L. (2011). Alih Kode (Code-Switching) pada Status Jejaring Sosial Facebook Mahasiswa. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 1(1). https://jurnal.uai.ac.id/index.php/SH/article/view/19
Puspitasari, T., & Devi, A. (2019). Pengaruh Bahasa Ibu terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 1, 465-470. https://prosiding.unma.ac.id/index.php/semnasfkip/article/view/67.
Rofingatun, S. (2017). Interferensi Bahasa Indonesia dalam Penggunaan Bahasa Ngapak di Himpunan Mahasiswa Kebumen Semalang Raya: Kajian Sosiolinguistik. Skripsi, Universitas Brawijaya. http://repository.ub.ac.id/id/eprint/7777/
Santoso, I. (2014). Pembelajaran Bahasa Asing di Indonesia: Antara Globalisasi dan Hegemoni. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(1), https://ejournal.upi.edu/index.php/BS_JPBSP/article/view/696
Sari, N. W. E. (2015). Pilihan Bahasa Siswa dalam Pembelajaran di Kelas. Linguistika Kultura, 8(3), 35-42.
Sercu, L. (2004). Assessing Intercultural Competence: A Framework for Systematic Test Development in Foreign Language Education and Beyond. Intercultural Education, 15(1), 73-89. https://doi.org/10.1080/1467598042000190004
Susilowati, D. (2017). Aktualisasi Interferensi Bahasa Daerah dalam Bertutur Kata pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah. Edunomika, 1(2), 57-66. https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jie/article/view/149
Tian, S. (2014). Strategies to Teach Oral English in Seminars on Current American Issues for Undergraduates in China. Journal of Applied Research in Higher Education, 6(1), 119-127. https://doi.org/10.1108/JARHE-07-2012-0020
Tsui, A. B. M., & Tollefson, J. W. (Eds.). (2007). Language Policy, Culture, and Identity in Asian Contexts. Lawrence Erlbaum Associates Publishers.
Ulwiyah, I. (2019). Pengaruh Story-Reading (Buku Bilingual) terhadap Perkembangan Kecerdasan Linguistik Anak Usia Dini. Journal of Elementary School (JOES), 2(2), 40-49. https://doi.org/https://doi.org/10.31539/joes.v2i2.949









