KESEPADANAN PENERJEMAHAN BAHASA PRANCIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA KATEGORI BUDAYA (STUDI KASUS FILM POURRIS GÂTÉS)

indonesia- Prancis

  • Nadiyah Hasanah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dudung Gumilar
  • Farida Amalia
Kata Kunci: Kesepadanan, budaya material, hasil terjemahan, jenis modulasi

Abstrak

Menerjemahkan sautu budaya dinilai cukup sulit karena budaya yang terdapat dalam bahasa sumber belum tentu ditemukan padanannya di bahasa sasaran. Fokus penelitian ini yaitu analisis kesepadanan penerjemahan berkategori budaya dari bahasa Prancis ke dalam bahasa Indonesia dalam film Pourris Gâtés (2021) Karya Nicholas Cuche. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan keberterimaan dan tak keberterimaan dalam hasil terjemahan bermuatan budaya material yang terdapat pada film Pourris Gâtés yang ditinjau dalam 3 aspek yaitu 1) berdasarkan teori penilaian kesepadanan penerjemahan oleh Nababan & Nuraeni (2012). 2. Dari segi ideologi terjemahan menurut Venuti (2008) 3. Berdasarkan jenis modulasi yang dikemukakan oleh Vinay dan Dalbernet (1995). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif-deskriptif dengan menggunakan Teknik Simak dan catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori budaya material yang ditinjau oleh (Newmark, 1988) terbagi menjadi 5 yaitu makanan/minuman, pakaian, bangunan, kendaraan, dan peralatan hidup yang mana terdapat 50 data kasus bermuatan budaya material yang mana terdiri dari 45 (90%) data kasus budaya material secara berterima dan 5 (10%) data kasus bermuatan budaya material yang kurang berterima. Selanjutnya, ditemukan 32 data kasus menggunakan prosedur penerjemahan jenis-jenis modulasi, sedangkan 18 data kasus ditemukan menggunakan prosedur penerjemahan selain dari jenis modulasi. Penerjemahan jenis-jenis modulasi dalam film pouuris gates dilakukan oleh penerjemah agar budaya yang terdapat dalam bahasa sumber dapat mudah dipahami dan sepadan di bahasa sasaran (Bsa) meskipun harus dengan mengubah struktur katanya.

Referensi

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak Publisher.
Baker, M. (1992). In Other Words—A Coursebook on Translation. (1st ed.). Routledge. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.4324/9780203327579
Hatim, B., & Mason, I. (2005). The translator as communicator. In The Translator as Communicator. https://doi.org/10.4324/9780203992722
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.
Larson, M. L. (1997). Meaning Based Translation 2nd Edition. New York: University Press of America.
Nababan, M., Nuraeni, A., & Sumardiono. (2012). Pengembangan Model Penilaian Kualitas Terjemahan. Kajian Linguistik Dan Sastra, 24(1), 39–57.
Newmark, P. (1988). a textbook of translation. In prentice hall (Vol. 65, Issue 2). https://doi.org/10.1111/cura.12479
Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta.
Venuti, L. (2008). The Translator’s Invisibility : A History of Translation. London Routledge, 354. https://doi.org/10.4324/9781315098746
Vinay Jean-Paul, D. J., & Library, I. (Sager C. J. (1995). Comparative Stylistics of French and English: A methodology for translation. John Benjamins Publishing Company, 11(1), 359. https://doi.org/10.1075/btl.11
Wulandari. (2014). Modulation Technique Employed in the Translation of Sidney.
Diterbitkan
2024-12-27
##submission.howToCite##
Hasanah, N., Gumilar, D., & Amalia, F. (2024). KESEPADANAN PENERJEMAHAN BAHASA PRANCIS KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA KATEGORI BUDAYA (STUDI KASUS FILM POURRIS GÂTÉS). Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, Dan Asing, 7(2), 165 - 175. https://doi.org/https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v7i2.3068